Kamis, 21 April 2016

The Joman “D’ Kawan Kuliah di Jantoeng Hatee Rakyat Aceh Kutaratja”


Part 1


Ini foto candid 100 persen, haha (kiri ke kanan : Sausan, Dian, Isaf dan Jernia, btw di belakang Dian ada penampakan Yana, seperdelapan puluh haha)

Ceritanya ini mau omongin tentang kawan atau geng di kampus lah ya. Katanya sih gak boleh bergeng-geng, tapi kan yang namanya kawan duduk tetap terbentuk dengan sendirinya bahkan gak bisa didetailkan kok bisa terbentuk. Jadi gak tahu gimana awalnya, terbentuklah kawan bermain dari kelompok-kelompok kecil jadi besar dan namanya jadinya “Joman” singkatan dari “Jomblo Manja” padahal gak semua membernya jomblo hahahahahahha. Tapi karena barengan, jomblo gak jomblo ya Joman jadinya hehe. Awalnya sih itu kata-kata dari si Yana yang buat ke permukaan, asal katanya Jomja dulu, bukan Joman. Cuma yaah singkatan Joman lebih enak didengar ketimbang Jomja, karena Jomja kayak ada jomblo dan janda gitu yaaa hahahahha.


Jumlah member 14, saya sendiri, Yana, Biah, Mulia, Isaf, Shely, Sausan, Dian, Putri, Pina, Jernia, Mirna, Au-Au, dan Zahra. Kami sih beda-beda suku dan daerah, tapi dominan Aceh sih, walau Acehnya juga beda-beda lagi. Kami satu jurusan, yaitu jurusan Arsitektur, makanya satu penderitaan.
Jadi kalau dari point of viewnya diri ini, kami dulunya pas awal-awal kuliah gak langsung jadi Joman. Joman itu terbentuk dari kelompok-kelompok kecil juga. Awalnya sih aku sama Biah dan Yana bertiga karena kami satu kos kebetulan juga kami bisa satu kos, padahal kami berasal dari daerah yang beda, dan jauh-jauh tapi bisa satu jurusan dan satu kos, takdir emang gitu kali yaa.... Terus karena kos kami dekat dengan kampus sering jadi tempat singgah teman-teman lain, banyak lah pokoknya.


Jadi awal masuk kuliah di teknik itu ada yang namanya sikat, sejenis masa orientasi mahasiswa baru, jadi kami harus ke kampus jam 7 pagi, dan saling mengenal satu sama lain lain dan salah satu syaratnya ke kampus gak boleh bawa kendaraan pribadi, sedangkan jam segitu kendaraan umum belum banyak berlalu lalang di daerah kami, apa lagi masa kuliah lagi libur untuk mahasiswa lama. Jadi ceritanya seorang anak bernama Isaf bawa motor karena rumahnya jauh dari kampus. Yaudah deh karena kos kami dekat kampus, kos kami jadi tempat titip motor gitu deh, gak Isaf aja, banyak yang lain juga, anak teknik lah. Isaf gak otomatis langsung datang nitip motor, kami sebelum hari sikat itu ada yang namanya pra sikat dikumpulin dalam satu kelas untuk persiapan sikat, jadi udah kenal duluan tapi belum akrab. Di pra sikat kami harus punya semua kontak teman satu leting jurusan dan harus tahu alamatnya. Jadi ya saling membantu lah kan, berguna kali lah emang kegitan semacam itu. Pas hari pertama sikat, Isaf datang pagi-pagi nitip motor dan dia juga bawa banyak tali rafia warna oren, waktu itu aku, Biah dan Yana juga perlu tali itu, anak teknik yang satu kos beda jurusan juga perlu, mungkin awalnya di tali rafia itulah ya kami jadi satu ikatan hahahaha
Waktu berjalan dan kami mulai kesibukan kuliah dan ikut les sketsa. Nah di situ aku masih sama Biah dan Yana, kemana-mana bertiga. Dan kemudian karena si Isaf tahu kos kami dekat kampus dan dia sering mampir di kos kami dulu sebelum pulang ke rumahnya kalau dia lagi gak bawa kendaraan pribadi, tunggu di jemput kakaknya. Di les sketsa, kami jadi akrab deh berempat. Detailnya, kami berempat itu rencananya mau sketsa bareng di luar jam les. Mau sketsa lansekap daerah jembatan lamnyong gitu. Yaudah deh kami ke sana dan Isaf nyusul ke tempat itu. Boro-boro mau sketsa, kami kebanyakan jalan dan foto-foto serta makan snack, akhirnya gak jadi sketsa, tapi jadi moment bersama. Fotonya udah gak tahu siapa yang simpan, soalnya hape aku waktu itu gak canggih. Jadi malas foto-foto. Itu awal terbentuknya geng kecil kami.

Terus ada juga geng kecil lainnya, terdiri dari Au-Au, Mirna dan Zahra. Mereka memang udah satu geng dari  kecil kali ya, soalnya pernah satu sekolah dan sama-sama anak Banda Aceh. Kemana-mana mereka bertiga aja deh. Sering disebut geng musalla, soalnya sering ditemukan berada di musalla kampus.
Kemudian ada Jernia dan Mulia, mereka sering berdua dan karena emang udah duluan kenal sebelum kuliah (aku gak tahu juga sebenarnya).
Kalau Sausan, Dian dan Putri serta Pina dan Shely kurang tahu kek mana awalnya kekmana. Mungkin karena tempat tinggal dan tugas kuliah kali ya. Gak tahu pokoknya kami yang awalnya kelompok-kelompok kecil bergabung jadi besar tanpa tahu gimana awal cerita detailnya.
Kami makin dekat karena Ana, Yana, Biah satu kos, terus Sausan, Shely,  Dian juga dekat kosnya dengan kami. Sering ngerjain tugas bareng dan kemana-mana ketemu gitu. Jadilah Joman hahahaahhahahah.

Gak tahu detailnya kekmana.

Oh ya sebagai catatan, kalau ada foto bareng, aku yang paling jarang nampak di foto Joman, karena aku tukang foto hahahaha. Kadang tertangkap kamera juga, kamera Isaf, Yana dan Mulia, tapi keseringan hasil gambarnya aku dalam keadaan candid gitu, gak serius candid juga sih, tapi orang muka kayak aku lebih baik di belakang panggung aja, dari pada rusak fotonya hahaha yang pentingkan moment ya kan???
Ini foto pas super late birthday partynya Jernia dan Dian. Di foto ini gak ada aku karena aku tukang foto dan gak ada Pina karena.... kami sering beda kelas, jadi mungkin kami melupakan Pina.... Aku bingung juga lah.. But Pina always with us lah.








Atas: dari kiri ke kanan ada Yana, Zahra, Mirna, Sausan, Biah dan Mulia
Bawah: dari kiri ke kanan ada Jernia, Au-Au, Isaf, Shely dan Dian
Aku yang fotoin.

 yang di tengah lagi bergaya sendiri itu namanya Isaf, yang paling muda dan paling jahil, ribut dan serba gaduh lah



part 2 akan segera terbit hehe


Ana Raihan Putri Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mau berkomentar?
Silahkan tapi jagan bikin sakit hati ya...